Bersaing dengan Tenaga Kerja Asing

Sekitar 3 tahun lalu, saya terlibat dalam manajemen audit di beberapa perusahaan di 11 kota, termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan. Saya mendapati gambaran kualitas SDM yang cukup memprihatinkan.

Secara rerata, kurang dari 15% karyawannya yang masih memiliki motivasi kerja yang tinggi. Dan dari 15% karyawan itu, lebih sedikit lagi karyawan yang berketerampilan memadai. Semuanya pada level staf.

Kita bisa dengan cepat membayangkan sebuah perusahaan yang mayoritas karyawan tidak cukup memiliki motivasi kerja. Produktivitas yang relatif rendah, kepuasan kerja yang rendah, fraud dan ujung-ujungnya pemborosan.

Dan bicara keterampilan, jika motivasi kerja saja sudah rendah, kita tidak bisa berharap karyawan bakal punya keterampilan yang tinggi.  Gimana mau berkembang, jika semangat belajar dan berkarya sudah rendah? Tinggal nunggu waktunya sebelum dipromosingkirkan. Gimana juga mereka mau bersaing?

Saya kuatir, gambaran itu secara umum juga mencerminkan kualitas SDM Indonesia. Tidak heran jika kualitas SDM kita kalah bersaing dibandingkan Vietnam. Jelas, ketika hendak bicara kehadiran tenaga kerja asing, kita tidak bisa lepas dari kualitas SDM Indonesia.

Kehadiran tenaga kerja asing bisa dilihat dari 2 sisi: ancaman buat ketenagakerjaan Indonesia. Atau, tantangan buat kita untuk meningkatkan daya saing.

Kita tentunya masih berharap tenaga kerja Indonesia masih diterima luas di negara-negara lain. Jika demikian, kita juga harus terbuka dengan tenaga kerja asing di Indonesia. Kita tidak bisa berharap pemerintah menutup pintu sepenuhnya kepada kehadiran tenaga kerja asing. Toh, pemerintah sudah melakukan pembatasan.

Tidak ada jalan yang paling tepat selain peningkatan daya saing SDM Indonesia dalam menghadapi persaingan dengan SDM negara-negara lain. Dan itu menjadi tanggung jawab semua pihak: kita sendiri, pemerintah, institusi pendidikan, pengusaha. Termasuk juga serikat pekerja, yang selain mendorong peningkatan kesejahteraan buruh,  juga mesti lebih fokus pada peningkatan kompetensi anggotanya.

Paling cepat menurut saya, jelas mulai dari diri sendiri. Kita bisa mulai dengan meningkatkan motivasi untuk belajar dan berkarya. Tetapkan tujuan pribadi yang lebih besar dan lebih jauh ke depan. Sadari bahwa tantangan yang kita hadapi tidak akan pernah mudah, dan oleh karenanya membutuhkan utamanya kesiapan mental dan motivasi yang tinggi.

Kita tidak bisa banyak berharap kepada pemerintah, ataupun menunggu kebijakan pemerintah dalam menghadapi persaingan dengan tenaga kerja asing. Bagaimanapun juga, situasi yang kita hadapi sekarang ini, juga tidak lepas dari daya saing Indonesia yang masih relatif rendah. Kembali, daya saing negara relatif rendah, karena daya saing kita sebagai SDM juga relatif rendah.

Jadi jangan terbalik. Daya saing negara baru akan meningkat jika daya saing SDM-nya juga meningkat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s